Tiba-tiba mendapat pesan di facebook dari seorang teman lama. Senangnya! Soalnya dia eh beliau ini salah seorang “orang hebat” dalam perjalanan hidup saya. Saya bertemu beliau di pesawat dalam perjalanan dari Banda Aceh ke Meulaboh. Umurnya sekitar 60-an. Beliau ini insinyur yang sekarang hanya kerja jadi konsultan untuk kegiatan kemanusiaan. Nice, smart and humble. Setelah itu kami berteman dan kamiĀ masih sering kirim email, sampai akhirnya putus kontak setelah saya keluar dari pekerjaan dan meneruskan sekolah. Makanya senang sekali ketika tiba-tiba dapat kabar dari beliau, dan isinya pun masih menyenangkan.
Facebook ini menurut saya bisa digolongkan situs pertemanan yang “lebih jujur”. Biasanya orang-orang lebih banyak yang menggunakan nama asli. Yang diceritakan pun biasanya kegiatan yang up to date, karena memang tujuannya untuk keep in touch dengan teman atau saudara. Saya sudah malas “main-main” di situs pertemanan, tetapi di jaringan ini kebetulan saya juga berteman dengan kakak-kakak saya dan sahabat-sahabat yang sudah bertebaran di seluruh dunia, bahkan “bertemu lagi” dengan sahabat-sahabat di masa kecil. Teknologi yang menakjubkan, eh?
Kenapa situs pertemanan bisa “berbahaya”? Karena tidak semua “teman” berniat baik. Saya pernah membaca berita-berita di koran dan situs internet yang asalnya dari profil di facebook. Foto-foto… status… gila ya orang-orang itu! Kalau memang beneran teman, masa sih tega mempublikasikan foto atau berita yang seharusnya bersifat pribadi dan bukan untuk konsumsi publik. Tapi yaaa namanya juga orang, mungkin ada yang memang berniat ikut terkenal atau sekedar mencari sensasi… atau memang hobi menggosip? Entahlah.
Jadi memang selalu ada dua sisi dalam setiap hal. Kalau saya sih enjoy-enjoy aja main facebook. Caranya? Setting aja bagian privacy, jadi jangan harap anda bisa mencari saya kalau bukan termasuk teman saya hehehe Saya hapus link “add friend”. Tidak mencantumkan info “tidak penting buat orang lain” di dalam profil. Tidak bermain games dan tidak ada aplikasi selain foto. Kadang ikut fans site untuk mengetahui jadwal pertunjukkan atau penampilan, album baru dll, tapi merasa tidak perlu berteman dengan tokoh-nya. Ga usah jadi stres dan menambah beban lah. Yaa intinya, sesuai dengan fungsinya, itu kan situs untuk pertemanan… jadi harusnya itu membuat kita berteman dengan banyak orang dan menjadi senang, bukan?



Facebook memang “nendang!”
Konsepnya sebenarnya tetap sama seperti Friendster, tapi entah kenapa bisa jadi lebih “resmi” dan “beda kelas”
Mungkin ini juga pengaruh baik dari Obama yang pakai FB untuk kampanye dan terbukti efektif, tapi aku lebih percaya bahwa si pembuat FB nya sendiri memang menempatkan teknologi tepat guna serta niatan yang baik pula dalam menyusun dan mengembangkannya!
Mari kita ber-FaceBook!
Aku nggak punya dan nggak mau kenal Friendster, tapi malah punya account FB karena penasaran dengan FB yang dalam waktu singkat bisnisnya melejit. Makanya jadi punya nick yang aneh karena awalnya nggak ingin membina jejaring sosial dengan siapa pun di sana. Jadi sekarang agak menyesal juga pakai nick name aneh, tapi senang bertemu denganmu dan DV di sana.