
Jawaban pastinya: tidak tahu
mungkin karena saya suka menulis dan menggambar, dan komik kan ada kedua-duanya.
Sahabat dekat saya bengong ketika tahu bahwa salah satu tujuan utama saya datang ke Brussels adalah mengunjungi museum komik hehe iya dia tahu bahwa saya penggemar komik, tapi sampai segitunya??? Untung dia juga hobi gambar (dan jago juga bikin komik, walaupun dia lebih tergila-gila manga dibandingkan saya yang lebih suka komik prancis). Alhasil, dia senang-senang saja menemani saya mengunjungi museum komik itu. Aduh asli itu isi museum keren banget! Proses pembuatan diterangkan dari awal sampai selesai, ada maketnya juga. Komik yang hitam putihnya top deh! Kalau ada yang sempat perhatikan foto saya bersama si penembak cepat -Lucky Luke- , itu pas di museum komik itu.
Setelah “teryakinkan” bahwa saya memang penggemar komik, si sahabat mengajak saya ke toko penjual komik terkenal di Gent, namanya De Poort (Pers & Strips). Dia langsung misuh-misuh karena saya tidak mau pulang haha Bagaimana tidak, di situ ada komik-komik bahasa prancis, belanda dan juga inggris. Tentu saja menurutku komik prancis paling keren, apalagi yang “hard core” hehe tapi kalau beli buat koleksi sih masih pikir-pikir. Saya baru mau pergi ketika ternyata “Persepolis” nya Marjane Satrapi hanya ada yang pake bahasa belanda. Akhirnya kami pindah ke toko lain yang lebih besar dan komiknya lebih bervariasi. Pengennya beli Persepolis yang pake bahasa prancis, tapi ternyata harganya jauuuh lebih mahal hiks :,( akhirnya beli yang inggris saja. Para pecinta buku pasti tahu betapa kalapnya kita kalau di toko buku, tapi bagi saya di toko komik jauh lebih kalap lagi! hehe Saya sampai lupa tempat apa saja yang saya kunjungi pada hari itu (padahal hari itu saya jalan-jalan di Bruges, dan Bruges itu sebenarnya indah sekali). Teman saya bilang, memori seharian itu lenyap hanya karena 1 jam di toko komik!
Kejadian yang hampir serupa ketika saya sedang berjalan-jalan dengan sahabat lain di London. Waktu itu kami baru mengunjungi Photography Gallery, dan pulangnya dia sengaja mengajak saya ke sebuah toko komik yang letaknya di belakang British Museum (di Great Russell street). Dia untung karena waktu kami ke sana, toko nya sudah tutup
kalau tidak, bisa dipastikan saya pasti bakalan berjam-jam di sana. Lihat display dari luar saja saya sudah betah, sampai dia harus menarik tangan saya buat pulang hehe
Sekarang saya sedang bersemangat untuk mengkoleksi lagi komik-komik vintage, terutama komik eropa seperti Tanguy et Laverdure, Smurf (atau aslinya Schtroumpf), etc… soalnya yang dulu hilang *menangis* Kalau berhasil, jangan harap ada yang bisa pinjam lagi *wajah devil*



Wah, kamu suka komik Indonesia juga ngga?
Selain Benny and Mice tentunya
Saya sih suka Tiger Wong dan Kungfu Boy hehehehe
maksudnya seperti Godam, Gundala, dll? suka doooong
Aku suka banget serial Trigan dan STORM. tapi menurutku yang paling juara itu komik wayang-nya RA Kosasih. Ini lagi berburu buat koleksi lagi nih!
Berdiri sepuluh meter dari toko buku, perasaanku bilang aku bakal senang (kecuali kalau toko bukunya tutup dan lagi “seret”), lalu 5 meter dari pintunya, hatiku makin senang, tiga meter, semeter, dan tepat ketika melintasi pintunya, rasanya enggak bisa diceritakan, pokoknya senang banget.
Yang pasti langkahku bakal tepat menuju toko buku, pandangan lurus, enggak tolah-toleh, dan kalau udah di dalamnya bisa enggak pulang-pulang. Beda banget kalau mesti ke toko baju.
Wui asyik banget tuh, kamu udah punya Persepolis.
Aku juga lagi nyari-nyari Mahabrata & Bratayudha-nya RA Kosasih, Jul ntar kabar-kabari kalau dapat ya!
Iya, Persepolis nya keren banget loh! Aku jadi pengen koleksi semua karyanya Marjane Satrapi. Komik wayang RA Kosasih sekarang udah ada cetakan baru kok, kalau di Bandung aku dapat di Palasari, tapi kalau di toko komik secondhand biasanya juga ada.