Petualangan 30 jam ke pantai selatan jawa barat

Niat untuk “bertualang” (lagi) ke pantai selatan jawa barat sudah ada sejak sebelum lebaran, tapi saya dan teman-teman sadar betul bahwa akan lebih baik kalau rencana ini ditunda sampai segala kericuhan arus mudik-balik ini berakhir, atau setidaknya berkurang. Selain itu –selain saya yang sekarang statusnya pengangguran- semua mempunyai kesibukan lain yang sulit ditinggalkan. Akhirnya kami sepakat untuk pergi selama sehari saja, pergi minggu malam dan kembali keesokan harinya. Anggota tim: 2 perempuan dan 4 laki-laki, Profesi: 5 dokter dan 1 psikolog)

Saya dijemput pukul 11 malam (jadi saya sempat menikmati permainan Fariz RM dulu). Teman-teman saya sempat mengeluh karena petunjuk yang saya kirim melalui sms ternyata salah (maafkan, orientasi medan saya memang buruk –untung selama ini survive :p). Di Ciamis kami menjemput satu orang teman lagi, dan pukul 2 pagi seorang teman ribut mencari toilet. Berhenti di satu titik (in the middle of nowhere), akhirnya sepakat beristirahat dulu. Tiga dari 7 anggota tim pernah sama-sama pergi ke Meulaboh, Aceh beberapa hari setelah Tsunami, jadi kami bertiga “sibuk” bernostalgia suka duka waktu itu. Banyak juga cerita konyol-nya ternyata hehehe Nanti saya ceritakan dalam postingan yang lain deh ;)

Sampai di Pangandaran pukul setengah 5 pagi, kami berhenti lagi dengan alasan menunggu hari sedikit terang karena tidak ada yang tahu persis tempat yang akan dituju (alasan sebenarnya sih: lapar). Makan mie instant rebus memang enak! Dari Pangandaran kami menuju kecamatan Cimerak, desa Legok Jawa, tempat yang 2 tahun lalu tekena Tsunami dan akibatnya cukup parah. Saya agak ingat-ingat lupa karena sebenarnya 2 tahun lalu saya pernah ke sini. Waktu itu saya yang kebetulan sedang cuti di Bandung tiba-tiba “diculik” untuk ikut balai pengobatan ke daerah ini. Tapi yang pasti, kondisi sudah lebih baik, rumah-rumah sudah kembali dibangun dan masyarakat sudah kembali berjualan.

Sampai di tempat yang dituju, kami disambut oleh Valerie, bule Scottish yang sekarang menetap di Desa Legok Jawa dan bisa dibilang mengabdikan dirinya untuk membantu masyarakat di sini. Sepagian mempersiapkan balai pengobatan (sayangnya khitanan missal-nya ga jadi, karena di sini masih ada tradisi hitung-hitungan hari baik, dan mengkhitan anak ga gampang, walaupun gratis), perwakilan masyarakat setuju bahwa pengobatan dimulai jam 12 siang. Jujur saja sebenarnya kami agak ketar ketir karena persiapan obat kurang maksimal, jadi hanya berharap mudah-mudahan tidak ada yang benar-benar “aneh”. Ohya, saya sempatkan diri jalan dulu ke pantai (kalau anda kenal saya, tak mungkin saya tahan tidak melihat laut ;) ) Tempatnya indah (Honestly, semua hal yang berhubungan dengan laut menurut saya indah hehehe)

Pasien BP lumayan banyak (lebih dari seratus) dan berlangsung cukup cepat. Saya ? Saya sih seperti biasa…. Main dengan anak-anak :) Main tebak-tebakan dan belajar bahasa Inggris (Aaah, how do I miss this sooo much! Maksudnya main dengan anak-anaknya, bukan belajar bahasa inggris-nya). Selesai balai pengobatan, kami sempat mendapat kunjungan dari Kepala Puskesmas Pangandaran (really appreciated, Doc, apalagi kiriman guramenya hehe kidding!) Sore hari, kami jalan lagi ke pantai (sayangnya sunset-nya ga kelihatan karena cuaca ga bagus)

Malam hari kami kembali lagi ke Bandung. Laporan pelaksanaan kegiatan dan assessment ditunggu secepatnya, tapi sepertinya masih diperlukan kunjungan tambahan dan juga kunjungan ke area lain supaya program yang akan dilakukan maksimal. Tapi kalau seandainya Anda berminat untuk membantu, misalnya punya komputer yang menganggur atau buku-buku bacaan untuk anak-anak, bisa juga menghubungi saya nanti saya hubungi teman di sana. Percaya deh, barang-barang itu bukan untuk saya :)

Saya sampai di rumah pukul setengah lima pagi keesokan harinya dan langsung tewas dengan sukses!

5 Responses

  1. Sepertinya kamu mulai menemukan makna “home” di rumah kamu.
    Kinda good, huh! :)

  2. @ Donny: sejujurnya sih belum…. statusnya masih istirahat di rumah orangtua hehehe parasit, bow!

  3. Bukan cuma sekadar petualangan, salut Mbak eh namamu bukan mbak ya hehehe…

  4. Wah seru… mbak sekalian nih kalau mo jalan2 lagi… pa lagi pake pesawat, cek flight schedule di http://www.voltras.com update banget dah!

  5. mas pak yang terhormat… heheh
    bisa tunjukin peta dari pangandaran atau batukaras ke kecamatan Cimerak, desa Legok Jawa…
    aku mau berkunjung kesana tapi ngak tau jalan ..hehehe
    lewatnya ke cijulang juga atau ke mana..
    saya biasa peke motor ke batu karas, setelah baca baca eh ada pantai yg namanya legok jawa ,, tolongin ya mas …
    klo bisa lewat email atao posting ke blogspot sauya ya mas.. makasihhhhhhh

    waduh maaf ya mbak, saya baru baca komentarnya… pasti sekarang sudah telat. Tapi saya kurang tahu kalau soal arah dan jalan-nya. Maklum lah, saya waktu itu hanya jadi penumpang saja… btw terimakasih sudah mampir ke sini….

Leave a Reply